Mungkin bukan hanya saya saja yang merasa gerah dengan jakarta akhir-akhir ini, mungkin anda juga merasakannya, entah karena saya yang merupakan pendatang baru yang belum terbiasa dengan cuaca jakarta atau memang jakarta saja yang semakin panas, saya tidak tahu, mungkin anda tahu?

Baiklah, sebagai seorang korban kepanasan kota jakarta saya akan menilik-nilik apa yang bisa menyebabkan jakarta bisa sepanas ini. Analisis pertama saya adalah jakarta sudah terlalu banyak menggunakan Air Conditioner –untuk selanjutnya akan saya sebut AC saja, Karena kepanjangan kalau saya harus menuliskannya secara lengkap- ketimbang penghijauan untuk mendinginkan “kotanya”

. Kenapa AC bisa menjadi masalah buat saya?, baiklah kita akan bahas satu-persatu dibawah.

Pertama, mari kita bahas apa itu AC, AC atau dalam bahasa indonesianya diartikan pengkondisian udara adalah suatu alat yang dapat menghembuskan udara dingin. Cara kerjanya dengan cara mengambil udara hangat dari dalam, memisahkan panasnya, kemudian menyalurkan udara panas tersebut keluar, sementar udara dinginnya dialirkan kedalam ruangan, kemudian masalah yang timbul adalah, ternyata udara panas yang dihasilkan lebih besar daripada udara dingin yang dialirkan keruangan . kita tahu kecenderungan udara mengalir adalah dari temperatur tinggi ke temperatur rendah, untuk membalik kecenderungan tersebut dan memaksa udara hangat dari dalam ruangan ditarik dan dikeluarkan di luar ruangan melalui kompresor dibutuhkan energi lain lagi yang dalam hal ini kita menggunakan energi listrik. Pada akhirnya AC akan menghasilkan panas lebih banyak daripada dingin yang diciptakannya. Kalau anda tak percaya, berdiri saja di dekat kompresor saat ac menyala, tapi saya tidak menyarankan anda untuk melakukannya.

Kedua, penggunaan energi listrik sendiri ternyata juga menghasilkan panas, ingat panas adalah bentuk akhir dari energi, perubahan energi uap atau gravitasi menjadi energi listrik tidak akan efisien seratus persen, karenanya ada produk sampingan yang akan dihasilkan yaitu berupa panas. baiklah sebagai contoh akan kita lihat pembangkit listrik tenaga air, ketika air jatuh dari bendungan  karena gaya gravitasi dan memutar turbin-turbin penghasil listrik, turbin itu akan memutar generator listrik dan menghasilkan energi panas sebagai hasil sampingan dari  energi listrik yang dihasilkan, begitu pula halnya dengan pembangkit listrik tenaga uap ataupun nuklir, pembakaran batu bara atau reaksi fisi nuklir dilakukan untuk mendidihkan air dan kemudian uap air tersebut akan menggerakkan turbin, yang pada akhirnya tetap saja menghasilkan energi panas sebagai sampingan dari energi listrik yang didapat, hanya sepertiga dari energi tersebut yang dapat menghasilkan listrik, dua per tiga nya akan terbuang dalam bentuk panas, dan sampai saat ini belum ditemukan satupun sumber energi dengan efisiensi seratus persen,tanpa menghasilkan panas sebagai produk sampingan.

Kesimpulannya adalah semua pembangkit listrik menyumbang panas ke lingkungan sekitar, disamping  AC juga menghasilkan energi panas ke lingkungan sekitar lebih besar daripada udara dingin yang diciptakan.

sekarang mari kita bahas lebih rinci dengan asumsi sepertiga udara dingin yang dihasilkan sebuah AC akan mengahsilkan dua pertiga udara panas yang dikeluarkan, jika sebuah ac yang sanggup mendinginkan ruangan 10 meter kubik, maka ac tersebut juga sanggup memanaskan ruangan 20 meter kubik. Jika ada seribu AC dinyalakan bersamaan maka akan sanggup mendinginkan ruangan sebesar sepuluh ribu meter kubik namun juga memanaskan ruangan seluas dua puluh ribu kubik. Bagaimana jika sejuta, atau dua juta, silahkan anda hitung sendiri. Lalu lihatlah kota jakarta sekarang, pernahkah anda memerhatikan mulai dari rumah kecil, apartemen, sekolah, kantor, gedung olah raga, mall, semuanya menggunakan AC, saya tidak akan menghitung berapa banyak AC yang digunakan, tapi jika anda mau silahkan anda lihat dan kalkulasikan sendiri.

Lalu permasalahan selanjutnya adalah, ternyata tidak hanya rumah atau bangunan tidak bergerak saja yang menggunakan AC, bangunan bergerakpun menggunakan AC, lihatlah mobil-mobil baru yang berserakan di jakarta, hampir semuanya menggunakan AC, dan tentu  hal tersebut akan menghasilkan produk yang sama dengan yang kita bahas diatas, kalau anda tidak percaya silahkan berdiri di sebelah mobil yang menggunakan AC, pasti akan lebih panas dibanding mobil yang tidak menggunakan AC.

Mari kira melakukan hitungan kasar, jika semua rumah, apartemen, sekolah, kantor, gedung olahraga, hall, mall, bus , sampai mobil pribadi semuanya menggunakan AC, berapa banyak panas yang dilepaskan ke lingkungan jakarta. Anda bisa lihat sendiri ada puluhan ribu mobil di jakarta, ribuan rumah, ratusan kantor, ratusan sekolah, ratusan mall dijakarta dan semuanya menggunakan AC.

Dari panjang lebar penjelasan bodoh saya diatas, dapat saya simpulkan, AC dan mesin pendingin lainnya sebenarnya tidak lebih dari sebuah mesin pembuat panas

Minimmya pepohonan di jakarta berganti dengan hutan beton, dan tidak adanya taman kota memperparah kondisi ini

Mungkin pemikiran saya masih bodoh, saya tidak mempunyai ilmu yang mendalam mengenai hal ini, namun jawaban inilah yang muncul di benak saya ketika saya mempertanyakan kenapa akhir-akhir ini jakarta semakin panas

Entah karena idealisme ini atau enggan mengeluarkan uang untuk membeli AC saya memutuskan untuk tidak menggunakan AC meskipun saat menulis tulisan ini saya kegerahan sampai buka baju.

atau mungkin anda punya pendapat lain?