June 2008


Aku sering bertanya kenapa kisah tragis dan kesedihan sangat disukai orang-orang pada umumnya, buktinya suatu film akan dikatakan bagus apabila didalamnya terdapat cerita sedih yang bisa menguras air mata, suatu novel akan dikatakan bagus jika didalamnya terdapat suatu tragedi, alur naik turun dalam sebuah film selalu disertai dengan sebuah tragedi, kegagalan, kematian, perpisahan, pengkhianatan, cinta tak berbalas, namun jauh didalam lubuk hatinya manusia sangat menyukai kesedihan terlebih pada orang lain agar mereka merasa lebih beruntung dan bersyukur hidupnya tidak setragis itu. Hidup memang akan lebih menarik bila ada tragedi.

Orang akan diperbolehkan menangisi hidupnya jika hidupnya penuh tragedi, seorang anak yang berasal dari keluarga yang berantakan akan diperbolehkan berbuat yang sedikit liar dan memberontak, bagaimana mungkin ia dapat hidup normal jika didalam rumah ia hanya mendengar pertengkaran, umpatan, makian?. namun bagi yang hidup yang biasa saja, mereka tidak punya hak untuk menangisi hidupnya, buat apa menangis kalau semua yang kau inginkan dapat kau raih? setidaknya itulah kenyataan yang sering aku lihat disekitarku. Bodoh?? memang.. setidaknya itulah yang ada di pikiranku, kalau begitu dimana letak akal manusia? kalau begitu mengapa semua manusia bisa takluk oleh keadaan? (more…)

Woman was created from the ribs of a man
not from his head to be above him
not from his feet to be walk upon him
but from his side to be equal
near to his arm to be protected
and close to his heart to be loved

saya pernah merasa terpuruk, begitu terpuruknya hingga dada ini sesak dan nyaris buta akan keberadaan-Nya. sampai suatu saat saya membaca sebuah novel dan berisi sebuah puisi yang kembali menyadarkan saya bahwa saya adalah makhluk-Nya yang lemah

adapun puisinya adalah sebagai berikut :

step by step

(more…)