January 2009


Kawan, pernahkah kau merasakan cinta tak terbalas, kalau kau belum, aku pernah, rasanya… perih tak terperi, bahkan mungkin kau akan mengharapkan sebuah kejadian buruk menimpa kepadamu untuk mengurangi sakitnya akibat cinta tak terbalas, racun yang diobati dengan racun, mungkin itu salah salah satu penawarnya untukmu. Aku bukan tak pernah bermain cinta, aku bukan tak pernah mencari cinta, hanya saja cinta itu menyengsarakan untukku. Kata orang bijak itu adalah cinta sesaat dan mungkin mereka benar, namun cinta sejati, itulah yang aku cari, dan sampai saat ini aku belum menemukannya. Kata orang cinta sejati akan datang setelah terjadinya ikatan suci yang diikuti keikhlasan hati,benarkah itu? Ah.. Aku tak tau, atau mungkin aku belum sampai ke tahap itu, suatu saat mungkin.

(more…)

Advertisements

Setelah sekian lama vacum, akhirnya aku mulai menulis lagi di blog ini, bukan karena malas menulis atau kehabisan inspirasi tapi karena kemunduran motivasi. setelah sekian lama terkungkung dalam keseharian yang biasa saja telah merubah cara berpikirku, aku menjadi buntu dan tak lagi mempunyai sesuatu yang bisa dipelajari. Perbedaan cara pandang telah membuat otakku berhenti berpikir, aku membutuhkan sebuah perjalanan, perjalanan dengan hati untuk membuka kembali pikiranku. Sekarang aku mencoba kembali memintal selembar demi selembar benang akalku, yang akan kurajut menjadi sebuah selembar sutera karyaku yang berbentuk prosa. Entahlah mungkin bagi orang lain ini cuma sebuah tulisan-tulisan biasa, tapi bagiku ini adalah representasi dari diriku,.

Sebagai seorang life observer aku menyadari, bahwa hidup tidak selalu terencana, apapun bisa saja terjadi baik itu hal yang dikehendaki ataupun hal yang tak dikehendaki, belajar dari pengalaman merupakan salah satu cara memperbaiki kualitas hidup, Kerap kali orang tersandung dalam berbagai masalah hidupnya, namun mereka yang cepat belajar akan segera berubah, dan orang yang bebal maka hidupnya akan begitu-begitu saja. Tak salah orang bijak mengatakan pengalaman adalah guru yang paling berharga. Untuk menulispun begitu, yang diperlukan adalah kemampuan menggali yang tinggi, tak butuh sebuah pengalaman yang luar biasa untuk sebuah tulisan yang menarik, namun dengan kemampuan menggali maka kita dapat menarik sebuah pelajaran dari sebuah pengalaman singkat,yah itulah uniknya sehingga aku begitu cinta kepada menulis, walaupun aku masih belum bisa dikatakan sebagai penulis.

Sebuah wacana yang aku baca mengatakan bahwa menulis adalah refleksi dari kehidupan sehari-hari penulis, seorang penulis akan menulis apa yang dia pelajari, kemudian memetakan dalam bentuk visual. Keinginan utama penulis bukan untuk memberitahukan pengetahuannya kepada orang lain namun terlebih dahulu memberitahukan kepada diri sendiri bahwa ia telah belajar dari pengalaman seperti ini dan kemudian baru akan menceritakannya kepada orang lain.

Perasaan yang dari dulu aku rasakan adalah bahwa aku hanya ingin menulis apa yang aku ingin tulis, aku hanya ingin menulis buku yang ingin aku baca. Aku tak ingin mengisi blog ku ini dengan banyak tulisan tapi aku tak mengerti tentang tulisan itu. Atau hanya sekedar ikut-ikutan menulis hal yang ramai dibicarakan orang, aku tak tertarik menjadi seorang follower, walau aku juga bukan seorang trend setter, jadi bagi anda yang sedang membaca tulisan ini akibat asal klik dan lalu nyasar ke blog ku ini maka, silahkan nikmatilah sajianku ini, sajian yang apa adanya namun aku tulis dengan hati, dan aku mohon maaf apabila sajianku ini kurang memuaskan bagi anda.