February 2012


In today’s busy world, people prefer to save their time than save their healthiness, recent media reported that quality and nutritional value of people’s food are become low, as proverb said that time is money, people would use their time as efficient as they could, so everything would be measure by second, this understanding has made people like instant thing, so that they can save their time and use it for another activities. Related to health issue, people has created many instant foods that not care about nutrition. Unfortunately, in order to save time, people love this instant food. Following the law of supply and demand, driven by high commercial and advertising aiming for those busy people, instant foods are become more popular.

Consumer good association, the organization that look after costumer’s satisfaction, are only care about service satisfaction which means they only watch over the delivery of product from the manufactory into hand of customer, essential values of customer satisfaction are not only in packaging product but also including the content of the product, they should also care about quality and nutritional value, and considering it as the list of must check before the product release to the market.

Not to mention or blaming one organization or manufacture, the issue itself was created by people’s lifestyle nowadays, the facts that can be seen, people buy ready prepared food because it fits into the busy life that they have chosen to live, where extra foreign holiday or new car has become more important than the health and welfare of the family, this desire for the trapping of modern life also has changed shopping habits, many families would prefer to buy up to date computer than to buy nutritional and healthy organic food.

In the past, people ate low quality food because they were poor, but now, people eat low quality food because it easy to buy, save time is the main point that people consider nowadays.

The old man said, people do not know what they got until it is gone, people would not treasure their healthiness until they got sickness, we people should learn from this advice, people ignore their healthiness for earn money when they are young, but when they got old, they spend all of the money they got to buy healthiness they not aware at youth.

To sum up, in this modern world where lifestyle controls human’s culture, it is on us to chose what life we want to live, whether the result is good or bad, all the risks must be taken, all we people can do is, chose it wisely

Advertisements

 

Private cars are now become particular problems especially in big cities. Basically car was made to ease human’s travel mainly for long distance travel, and by now, car is the most advance vehicle in land transportation.

But along with the times, car has lost its essential value, having car has become measurement of social life class, although it still function as transportation. People tend to buy the finest car they capable to buy for their lifestyle, and sometimes that thing is redundant, many rich people have car more than they really need.

In big cities, car has become a never solved problem, there are two main reasons that private car is still important, the first is poor public transportation, and the second is for business. In many towns, public transportation does not serve people all day, they stop before midnight while people are busy twenty four hours a day, so these busy people still need transportation to travel them to their destination, that is why people need to buy a private car.

Second, is in business sector, high demand of private car means industry of this sector still has advantages, the industry absorbs many workers so that it will give job opportunities, it also contribute in giving income for the country as well as develop the country itself.

This issue becomes more complicated since the definition of necessity of transportation has change, need of private car backgrounded by pride or false comfort, so people use their ego and use the thing inefficiently, this is the reason why private car become controversial issue.

Actually, private car can be changed with motorcycle which is more efficient than using car, by using motorcycle people can save lot of fuel, does not need large space in street, and saving time for operating the vehicle, but if the necessities come from ego, it will make no change.

Overall, although cars can cause many problem, to stop using car is not a solution, in modern life it is impossible to live without car, it all depend on human minds, we can decide to use car wisely, if we can see the transportation essentially, the problem in the road would solved by itself.

Sudah lama tak menulis di blog ini, mungkin karena kesibukan, sebenarnya banyak ide yang ingin saya tuangkan di sini, namun terlalu sulit menemukan waktu untuk mengubahnya menjadi tulisan, kemarin saya mendengarkan ceramah yang menarik dan saya niatkan untuk menuliskannya di blog ini, jadi saya sempatkan waktu untuk menulis sebelum hilang dari ingatan saya 😀

jumat kemarin saya mendengarkan khutbah yang sangat menarik, pembahasannya adalah tentang perceraian, meskipun topik ini sangat jauh dari kehidupan saya sekarang ( saya belum menikah apalagi bercerai :D) namun sangat menarik, dan memberikan pelajaran yang sangat berharga.

Khutbahnya sendiri tidak saya catat apalagi direkam, saya tuliskan disini sebanyak yang saya ingat karena saya yakin khutbah ini sangat berharga untuk hanya diingat sementara kemudian dilupakan

Saya tuliskan sepanjang ingatan saya semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua

Khutbah jumat kali ini membahas tentang perceraian

Akhir2 ini banyak sekali terjadi perceraian, baik itu yang perkawinannya baru berumur pendek atau yang sudah berumur panjang, mulai dari usia perkawinan 2 minggu sampai dengan usia perkawinan puluhan tahun. Penyebab perceraian itu sendiri sangat banyak sekali, mulai dari masalah sangat sepele sampai masalah yang benar2 berat

Secara persentase kasus perceraian paling banyak adalah mereka yang usia perkawinannya dibawah 5 tahun kadang dengan alasan yang sangat sepele. Pada dasarnya manusia itu selalu mempunyai keinginan, mempunyai impian dalam pernikahannya, namun seringkali impian tersebut tidak tercapai setelah mereka menikah sehingga menyebabkan frustasi, kecewa, dan akhirnya akan saling menyalahkan. Inilah yang menjadi pemicu terjadinya perceraian.

Hal pertama yang perlu dilakukan pasangan yang akan menikah dan baru menikah adalah menurunkan ekspektasi, manusia boleh bermimpi, tapi jangan terlalu memaksakan, menikah itu separuh agama, jika sudah menikah tinggal melakukan separuhnya lagi, setiap tindakan yang dilakukan orang yang sudah menikah adalah ibadah, jika ditambah lagi dengan beribadah maka agamanya akan menjadi sempurna.

Permasalahan terjadi ketika keduanya kemudian terlalu memaksakan apa yang mereka impikan, kadang demi mengejar mimpinya mereka jadi meninggalkan keluarga, terlalu sibuk mengurus duniawi, tidak sedikit bukti menunjukkan orang yang sukses di karir, namun gagal di keluarga, sukses membangun perusahaan, namun tidak bisa membangun rumah tangga, apalah artinya jadi CEO yang mempunyai ribuan karyawan kalau tidak mampu membangun keluarga.

Alasan yang mereka keluarkan ketika bercerai adalah karena mereka tidak berjodoh. Jodoh memang urusan Tuhan. Takdir, jodoh, dan mati memang hanya Tuhan yang tahu, namun bukan berarti manusia menjadikan hal tersebut sebagai alasan. Tuhan telah menciptakan manusia dengan jodohnya masing-masing, tapi jodoh yang ditetapkan Tuhan tidak menyebutkan nama, Tuhan tidak menyebutkan si A berjodoh dengan si  B, si Romi berjodoh dengan di Yuli, si Yusuf berjodoh dengan Zulaikha, atau si Majnun berjodoh dengan Laila, jodoh yang ditetapkan Tuhan adalah tentang kualitas, kualitas si A sama dengan kualitas si B maka mereka berjodoh. Dalam surat An-Nuur : 26 disebutkan wanita wanita yang keji adalah untuk laki laki yang keji, dan laki laki yang keji adalah untuk wanita yang keji pula, dan wanita yang baik baik adalah untuk laki laki yang baik dan laki laki yang baik adalah untuk wanita yang baik baik pula.

Dalam ayat tersebut Tuhan tidak menyebutkan si A berjodoh dengan si B, yang disebutkan adalah tentang kualitas, bahwa pria yang baik akan berjodoh dengan wanita yang baik. Selama mereka mempunyai kualitas yang sama maka mereka akan terus berjodoh. Penyebab utama perceraian adalah tentang ini, ketika kualitas mereka tidak lagi sama, ketika salah satu dari mereka kualitasnya berkurang maka perceraian hanya tinggal menunggu waktu.

Perbuatan halal namun dibenci oleh Tuhan adalah cerai, ini adalah perbuatan yang sangat ambigu, jika Tuhan mengatakan bahwa suatu perbuatan adalah halal dan dicintai oleh Tuhan maka hal tersebut sudah sangat jelas, kita sebagai manusia harus melakukannya, jika ada suatu perbuatan yang haram dan dibenci oleh Tuhan, maka hal tersebut juga sudah sangat jelas, kita dilarang melakukannya, namun jika ada perbuatan yang halal namun di benci oleh Tuhan, maka ini sangat ambigu, perlu suatu alasan yang sangat kuat untuk menjelaskannya, permasalahannya adalah, dapatkah manusia memberi penjelasan yang diterima oleh Tuhan dalam pertanggunjawaban manusia kepada Tuhan?

Salah satu alasan klise manusia dalam bercerai juga adalah bahwa itu adalah keputusan mereka berdua, orang lain tidak tahu dan jangan ikut campur, namun mereka lupa bahwa mereka tidak boleh hanya memikirkan kepentingan mereka, mereka juga harus melibatkan orang lain, betapa sombongnya mereka ketika memutuskan bercerai namun tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, tidak ingatkah mereka bahwa ketika mereka menikah mereka juga membutuhkan orang lain, tidak akan sah pernikahan mereka jika tidak diakui oleh orang lain sebagai saksi, lalu bagaimana mungkin mereka ketika memutuskan bercerai mereka tidak mengikutsertakan orang lain, bertanyalah kepada orang lain, kerabat, atau saudara yang dianggap cukup bijak untuk memberikan solusi, jangan lupakan orang lain.

Bercerai juga adalah suatu takdir, tidak satupun manusia dapat memprediksinya, bukan tidak mungkin orang yang usia perkawinannya sudah 30 tahun namun kemudian memutuskan untuk bercerai. Namun manusia dapat mengusahakannya, apa yang perlu dilakukan adalah menjaga kualitasnya masing-masing sehingga jodoh mereka tetap akan berjalan. Ingatlah bahwa dengan menikah mereka sudah memiliki separuh agama, dengan memelihara keluarga artinya mereka telah memelihara agamanya

Kita manusia, didunia ini adalah untuk beibadah kepada Tuhan, mari kita kembalikan fitrah kita ini, menjadi makhuk yang dicintai oleh Tuhan.